Pembuatan Ulang Roda Kereta dengan Metode Bandage, Reverse Engineeering dengan Memanfaatkan Kemampuan Industri Kecil Menengah

Pembuatan Ulang Roda Kereta dengan Metode Bandage, Reverse Engineeering dengan Memanfaatkan Kemampuan Industri Kecil Menengah

Pada awal desain dari rehabilitasi roda tersebut dimulai dengan pembuatan rancangan konseptual, yang rinci meliputi spesifikasi teknis dari barang tersebut. Prinsip reverse engineering dipakai dalam kaitan menentukan benchmarking yang paling optimal. Minindak-lanjuti riset pelapisan terhadap roda KA yang telah kami lakukan maka dilakukan kegiatan riset pengecoran pembuatan roda baru KA dengan memanfaatkan limbah ari scrap roda KA yang telah aus.

Keuntungan dari metoda daur ulang ini adalah secara langsung sistimatik dan metodik, melalui standar tertentu seperti JIS, ataupun DIN, dan ISO. Dengan melakukan daur ulang yang sempurna, produk akan dapat kembali seperti spesifikasi awal, tentunya melalui analisis dan prosedur yang dibakukan melalui percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini. Peningkatan added value mutu konsumtif yang mampu bersaing dengan produk import sehingga mengurangi nilai devisa dimana pemanfaatan roda bekas (scrap) akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga mampu menyediakan roda kereta api didalam negeri yang tidak tergantung sepenuhnya pada produk impor.

Keterangan lebih jauh: Ir. Dwi Budianto, MM. Telp: 021 – 3169877

Sumber: Program PKPP Kemenristek 2012 – http://pkpp.ristek.go.id/index.php/penelitian/detail/146

Advertisements

Analisis dan Evaluasi Hasil Pengujian Terowongan Angin dalam Optimalisasi Desain Konfigurasi Pesawat Udara

Analisis dan Evaluasi Hasil Pengujian Terowongan Angin dalam Optimalisasi Desain Konfigurasi Pesawat Udara

Dalam proses perancangan pesawat udara diperlukan analisa aerodinamika untuk mengetahui sejauh mana hasil perancangan memenuhi karakteristik terbang yang diinginkan. Dalam mendukung analisa aerodinamika dilakukan pengujian wind tunnel (terowongan angin) untuk mengetahui besaran-besaran aerodinamika. Hasil dari pengujian tersebut digunakan untuk perbandingan terhadap hasil-hasil perhitungan prediktif (VLM, VS Aero dan Datcom). Selanjutnya, perbandingan juga dilakukan dengan kajian hasil perancangan konfigurasi terutama dari sisi aerodinamika untuk memperoleh karakteristik aerodinamika yang diinginkan.

Pengujian model pesawat udara N219 telah dilakukan di terowongan angin UPT-LAGG, BPPT untuk sejumlah konfigurasi dasar. Dari data hasil pengujian akan dilakukan analisa dan evaluasi terhadap unsur-unsur desain seperti karakteristik aerodinamika, performance, stability and control, weight and balance dan konsep desain konfigurasi. Hasil analisis dan evaluasi digunakan sebagai verifikasi terhadap desain pesawat udara sebelum memasuki tahap desain rinci.

Keterangan lebih lanjut: Adityo Suksmono, ST.

Sumber: Program PKPP Kemenristek 2012 – http://pkpp.ristek.go.id/index.php/penelitian/detail/127