Perekayasaan dan Pengembangan Teknologi Barang Teknik Karet Komponen Kendaraan Bis

Indonesia adalah salah satu negara penghasil karet alam terbesar didunia, akan tetapi pemanfaatan, Heater Hose, Hydraulic Hose & Assemblies, Mountings, Mud, Flaps, Overflow Hose, Radiator Hose (straight atau moulded), Spacers, Washer Hose, Rubber Washers, Rubber Seal, Rubber bellow, Air Brake Diaphragma, Slang Air Brakekaret alam tersebut masih sangat terbatas pada produk-produk umum yang memiliki sedikit nilai tambah, padahal dengan sentuhan teknologi, karet alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat produk teknik yang memiliki nilai tambah tinggi. Salah satu produk karet teknik tersebut adalah komponen kendaraan kendaraan bis, seperti Air Seals, Baffles, Clips/Clamps (double ear, spring, worm drive etc), Door Seals, Grommets, Air Spring, Rubber Vinil, Rubber Terminal Protector dan lain sebagainya, komponen-komponen tersebut beberapa telah diproduksi oleh industri di dalam negeri dan sebagian besar masih diimpor.

Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengkajian dan penerapan teknologi proses dan manufaktur sampai dengan pembuatan model dan kemudian prototipe komponen kendaraan bis jenis bantalan angin (Rubber Air Spring), bekerjasama dengan industri hilir karet dalam negeri dan juga dengan industri kendaraan bis nasional. Pemilihan produk tersebut karena sampai dengan saat ini produk tersebut masih 100% diimpor.

Penelitian ini akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan studi literatur, pengkajian proses dan manufaktur, pengumpulan data tentang spesifikasi teknis yang dibutuhkan industri kendaraan bis agar produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai komponen pada industri kendaraan bis nasional. Selanjutnya data-data tersebut akan mendasari pembuatan dan desain formula-formula kompon karet, dimana dari formula yang dihasilkan kemudian dibuat sampel-sampel uji, dilanjutkan dengan pembuatan model dan kemudian pembuatan prototipe produk.

Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah : pengumpulan data, survey, studi banding, pembuatan formula, pembuatan sampel, pengujian sampel, pembuatan disain enjiniring, diakhiri dengan pembuatan dan pengujian model, dan prototipe.

Keterangan lebih lanjut hubungi: Ir.Yanti Rayana Dewi, Meng. – Telp: (021) 7587 5941 ext. 128

Sumber: PKPP Ristek 2012.

Advertisements

Audit Teknologi Kapasitas Desain & Produksi Industri Transportasi

Sektor transportasi merupakan salah satu pendukung utama pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini transportasi kereta api diharapkan berperan penting, selain karena sifatnya yang lebih masal dibanding angkutan jalan raya, juga untuk meringankan beban jalan raya. Kegiatan audit teknologi ini bertujuan untuk melakukan perhitungan kapasitas desain dan produksi pada industri transportasi, khususnya industri kereta api. Metode yang akan digunakan adalah kapasitas dilihat dari sisi fasilitas, SDM, explicit knowledge dan sistem.

Hasil audit teknologi akan menghasilkan dua output utama yaitu: Pedoman Audit Teknologi Kapasitas Desain & Produksi serta Hasil Perhitungan Kapaistas Desain & Produksi. Hasil kegiatan ini akan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan perekayasa dalam melakukan audit teknologi pada sektor transportasi. Hasil kegiatan juga akan sangat bermanfaat bagi industri yang akan di audit untuk melakukan pengembangan dan meningkatkan daya saing selanjutnya.

Keterangan lebih jauh sila kontak: DR. Kartiko Eko Putranto, DEA.

Sumber: PKPP Ristek 2012.

Rekayasa Teknologi Proses Produksi Rubber Air Bag untuk Transportasi Peluncuran Kapal dari Galangan

Indonesia adalah salah satu negara penghasil karet alam terbesar didunia, akan tetapi pemanfaatan karet alam tersebut masih sangat terbatas pada produk-produk umum yang memiliki sedikit nilai tambah, padahal dengan sentuhan teknologi, karet alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat produk teknik yang memiliki nilai tambah tinggi. Salah satu produk karet teknik tersebut adalah rubber air bag produk tersebut telah diproduksi oleh industri di dalam negeri dan sebagian besar masih diimpor, dengan kualitas dan harga yang sangat beragam.

Dalam kegiatan ini akan akan dilakukan pengkajian dan penerapan teknologi serta rekayasa proses dan manufaktur rubber air bag dimulai dari tahapan formulasi sampai dengan pembuatan prototipe rubber air bag , bekerjasama dengan industri hilir karet dalam negeri dan juga dengan industri pengguna.

Penelitian ini akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan studi literatur, pengkajian proses dan manufaktur, pengumpulan data tentang spesifikasi teknis yang dibutuhkan agar produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai komponen pada berbagai industri. Selanjutnya data-data tersebut akan mendasari pembuatan dan desain formula-formula kompon karet, dimana dari formula yang dihasilkan kemudian dibuat sampel-sampel uji dan model produknya.

Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah : pengumpulan data, survey, studi banding, pembuatan formula, pembuatan sampel, pengujian sampel, pembuatan disain enjiniring, diakhiri dengan pembuatan dan pengujian model rubber air bag.

Keterangan lebih lanjut hubungi: Ir.Siswanto, MSc. – Telp: (021) 7587 5941 ext. 128

Sumber: PKPP Ristek 2012.

Teknologi Pengolahan Dolomit Sebagai Bahan Penunjang Industri Besi Baja

Mineral dolomit (CaMg(CO3)2 merupakan salah satu bahan mineral industri yang jumlahnya melimpah di Indonesia. Saat ini, secara umum dolomit digunakan sebagai bahan bangunan dan pupuk untuk menyediakan unsur magnesium (Mg) dalam tanah dan menetralisir tanah masam akibat penggunaan urea. Dalam upaya meningkatkan nilai tambah mineral dolomit, perlu dilakukan kajian teknologi yang dapat diaplikasikan secara tepat dalam mengolah mineral dolomit tersebut.

Dolomit setelah mengalami beberapa perlakuan menjadi dolomit terkalsinasi atau magnesia (MgO) dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam industri besi dan baja. Dolomit merupakan bahan tahan api (refraktori) bersifat basa yang murah dan stabil dalam tanur. Sebagai bahan imbuh (influx), dolomit berfungsi menurunkan titik lebur dan mengikat pengotor dalam bentuk silika dan alumina menjadi slag dalam tungku peleburan. Dolomit digunakan karena sifatnya yang porous tetapi keras, lunak dan hancur sebelum titik lebur logamnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah mineral dolomit dan mendukung industri pengolahan besi baja, perlu dikembangkan teknologi pengolahan dolomit yang dapat digunakan sebagai bahan penunjang yang efektif dan efisien baik dari segi biaya maupun performansinya dalam industri pengolahan besi baja.

Keterangan lebih lanjut sila kontak: Gunawan, S.Si, M.Eng, Dr.Eng. – Telp: (021) 3169688

Sumber: PKPP Ristek 2012.